Teknik Public Speaking

5 Mitos Public Speaking Yang Super Sesat

mitos public speaking
mitos public speaking

Public Speaking dapat diartikan sebagai kemampuan berbicara di depan umum. Seorang pembicara public speaking disebut public speaker. Profesi sebagai public speaker atau pembicara publik saat ini bisa menjadi pilihan pekerjaan yang bagus karena bayarannya cukup mahal. Karena itulah banyak lembaga-lembaga kursus pelatihan public speaking yang sudah berdiri di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung.

Seorang public speaker harus menguasai materi yang disampaikannya bukan karena membaca naskah atau text book melainkan karena sebuah pengalaman pribadi yang dialami orang tersebut. Public Speaking bisa memberikan kesempatan yang luar biasa bagi kita semua untuk meningkatkan karir, kepercayaan diri, kepemimpinan, bahkan bisa menjadi sarana untuk memperbanyak teman, kenalan, dan lain-lain. Namun sayangnya banyak mitos-mitos public speaking yang keliru. Bahkan ada yang beranggapan bahwa public speaking itu hanya dapat dilakukan segelintir orang yang berpendidikan tinggi saja. Maka dari itu di bawah ini kita akan melihat 5 Mitos Public Speaking Yang Super Sesat yang bertebaran di Indonesia :

1. Public Speaking Membutuhkan Bakat

Ini adalah mitos yang SUPER SALAH. Public Speaking adalah keterampilan yang dapat dipelajari, dilatih, dan dikuasai semua orang. Berbicara di depan umum adalah sesuatu yang menakutkan bagi banyak orang. Namun rasa takut tersebut akan dapat diatasi dengan semakin seringnya kita berlatih. Semua orang bisa menjadi public speaker yang sukses meski awalnya kita akan mengalami demam panggung tetapi lama kelamaan kita akan bisa mengatasinya melalui latihan dan usaha.

2. Jika kamu hebat, kamu tidak akan gugup

Ini adalah mitos yang salah karena orang paling terampil dan berpengalaman pun pasti pernah gugup. Bahkan seorang Warren Buffet pun pernah muntah sebelum presentasi. Kita dapat belajar mengendalikan rasa gugup dan menyalurkan stress dengan memulainya pada kelompok-kelompok kecil dan bertahap meningkat menjadi tantangan yang lebih besar.

3. Kamu harus menghapal pidato

Patricia Fripp salah satu pemenang penghargaan dalam bidang public speaking menunjukkan pendekatan lain, “Anda tidak harus menghapal seluruh presentasi anda melainkan cukup pada pembukaan, poin-poin penting dan kesimpulan. Kemudian anda cukup berlatih dan tidak akan lupa” Intinya jika akan berbicara di depan umum, kita tidak perlu menghapalkan seluruh materi presentasi, tapi kita cukup mengambil poin-poin pentingnya saja dan terus berlatih supaya performa kita bagus dan menarik perhatian penonton.

4. Seorang Introvert tidak bisa menjadi Public Speaker yang baik

Penulis buku laris Susan Cain telah membuktikan studi kasus yang menerangkan seorang introvert bisa menjadi pembicara publik yang sangat baik. Mereka menunjukkan dirinya sebagai public speaker yang percaya diri dan efektif. Bahkan Mark Zuckerberg dan Bill Gates yang terkenal pun adalah seorang introvert.

5. Pidato yang bagus terdapat dalam kata-kata

Bahasa tubuh (body language) dan penampilan justru adalah faktor utama dalam public speaking. Berjalan perlahan, berkeliling, dan menggunakan gerakan tangan dapat memberikan kesan santai dan rileks pada pidato yang kita sampaikan. Jadi perlu adanya kombinasi bahasa tubuh yang atraktif dan komunikatif untuk menarik perhatian audience.

Intinya menjadi seorang public speaker sejati membutuhkan latihan, penguasaan materi, pengetahuan yang luas, dan gaya komunikasi dua arah. Jadi 5 Mitos Public Speaking Yang Super Sesat tersebut perlu kita telaah lagi agar tidak terjerumus dan menjadi public speaker yang handal.

Sekian dan Kita akan bertemu lagi di artikel berikutnya yang pastinya akan berguna untuk kehidupan kamu. Bye!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *