Keterampilan Komunikasi, Teknik Public Speaking

Apa Itu Ice Breaking?

icebreaking adalah
                       pengertian ice breaking

Pernah ga kamu denger kata ice breaking? Pastinya pernah dong. Dalam suatu acara seminar atau pelatihan, setiap peserta memiliki motivasi yang berbeda-beda. Ada yang ingin meningkatkan keterampilan, ada yang ingin menguasai bidang tertentu, ada juga yang hanya  ingin kumpul-kumpul bersama teman-temannya. Semua alasan tersebut berdampak pada cara menanggapi pembicara dan merespon setiap aktivitas dalam pelatihan tersebut. Ada peserta yang bersemangat, tetapi tidak sedikit juga yang cuek selama mengikuti pelatihan tersebut. Nah Ice breaking ini sering dipakai dalam games atau event-event pelatihan outbond oleh para MC (Master Of Ceremony) dan trainer untuk mencairkan suasana dan menciptakan keakraban antar peserta. Lebih lanjut lagi yuk kita simak penjelasannya di bawah ini

Pengertian Ice Breaking

Ice Breaking adalah gabungan 2 kata dalam bahasa Inggris yang mengandung makna memecah es. Istilah ini sering digunakan dalam pelatihan dengan tujuan menghilangkan kebekuan-kebekuan di antara peserta latihan sehingga mereka saling mengenal, saling mengerti dan bisa saling berinteraksi satu sama lain. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan usia, status, pekerjaan, jabatan dan sebagainya yang menyebabkan terjadinya dinding pemisah antara peserta yang satu dengan yang lainnya. Karena itulah diperlukan sebuah proses ice breaking untuk melebur dinding-dinding penghambat tersebut.

Tujuan Ice Breaking

Tujuan dilaksanakannya ice breaking ini adalah :

  • Terciptanya kondisi yang equal (sama) antara sesama peserta dalam forum training
  • Terciptanya kondisi yang dinamis antara peserta
  • Menghilangkan sekat-sekat pembatas di antara peserta
  • Meningkatkan motivasi peserta untuk melakukan aktivitas selama training berlangsung

Metode Ice Breaking

Ada beberapa metode ice breaking di antaranya adalah :

a. Metode Ceramah

Dalam metode ini, pelatih atau MC yang berwenang harus menyampaikan ceramah pembuka yang pada hakikatnya menjelaskan beberapa hal seperti pentingnya persatuan dalam suatu komunitas, team building, persamaan hak antara sesama peserta, perlakuan yang sama, kesadaran potensi, dan kerjasama antar kelompok

b. Metode Studi Kasus

Metode ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk ikut andil memecahkan persoalan-persoalan praktis sehari-hari yang ditawarkan oleh pelatih dan tujuannya adalah :

  • Melihat potensi awal yang dimiliki masing-masing peserta baik dari segi afektif, kognitif, maupun psikomotornya
  • Membiasakan peserta untuk berinteraksi dengan kelompoknya yang baru dengan bertanya atau menanggapi peserta lain.
  • Memberikan pengertian bahwa sejak hari itu mereka akan menjadi sebuah keluarga sampai kapanpun

c. Metode Sinetik

Metode ini adalah sebuah metode pengembangan sumbang saran dimana dalam suatu pemecahan masalah dipadukan berbagai pendapat dari berbagai disiplin ilmu sehingga memunculkan solusi yang kreatif terhadap persoalan yang muncul.

d. Metode Simulasi dan Permainan

Metode simulasi merupakan metode yang paling umum dan mudah untuk dilakukan. Pelatih mempersiapkan beberapa permainan yang bertujuan untuk memecah kebekuan antar peserta. Permainan ini banyak sekali bentuknya, seperti misalnya : pesan berantai, zig-zag, lempar kokarde, dan lain-lain. Tujuannya adalah :

  • Menciptakan keakraban di antara peserta
  • Masing-masing peserta dapat menghapal nama dan beberapa identitas penting peserta lainnya
  • Meningkatkan solidaritas antar peserta pelatihan

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat melakukan Ice Breaking

  1. Seorang trainer harus mempunyai naluri khusus yang kuat ketika melakukan ice breaking. Ia harus tahu kondisi saat peserta sudah lebur atau belum dan masih harus dileburkan. Ketika peserta belum lebur namun ice breaking sudah dihentikan, hal ini akan menyusahkan sewaktu penyajian materi berikutnya.
  2. Saat melakukan ice breaking, seorang trainer harus dapat mendeteksi tentang potensi awal, sikap, sifat, dan karakteristik spesial seorang peserta.
  3. Waktu yang disediakan untuk melakukan ice breaking sangat kondisional tergantung pada tingkat keleburan peserta. Ada peserta yang mudah lebur dan ada juga yang sulit lebur karena perbedaan pendidikan, usia, latar belakang dan sebagainya yang sangat signifikan. Oleh karena itu seorang pelatih harus mempunyai jurus simpanan yang harus dikeluarkannya jika peserta sulit mengalami peleburan antara satu dengan yang lainnya.
  4. Menimbulkan kesan positif, seorang trainer harus dipandang oleh peserta dalam pandangan yang positif baik dari pendapat, sifat, sikap, dan interaksinya dengan peserta karena tidak menutup kemungkinan nanti seorang pelatih akan menjadi tempat curhat yang paling dipercaya bagi peserta.

Nah itulah artikel tentang pengertian dan tujuan ice breaking yang sudah kita bahas bersama. Semoga bermanfaat untuk kita semua ya guys.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *